Mensyukuri Kekurangan

Seusai akad nikah, sang mertua memanggil mempelai pria (yang sudah menjadi menantunya) untuk memberikan nasehat-nasehat rumah tangga.

“Menantuku, kamu pasti sangat mencintai putriku kan ?”

“Ya iyalah dong pak…. Makanya saya menikahinya.”

“Dan kamu juga berpikir bahwa putriku adalah perempuan yang paling hebat.”

“So pasti, itulah mengapa saya memilih putri bapak !” jawab mempelai pria dengan agak kesal, karena mertuanya menanyakan sesuatu yang kurang berbobot (begitu pikirnya).

E=mc2 Kehidupan


Manchester City, akhirnya menjadi juara liga Inggris 2011/2012, setelah mengalahkan QPR 3-2. Dari pertandingan semalam, MC memang layak menjadi juara. Dalam waktu 5 menit (injury time), mereka mampu membalikkan keadaan setelah 90 menit skor pertandingan 1-2 dari QPR. Gol Dzeko dan Aguero, di 5 menit terakhir adalah “gol penyelamat” yang datang di saat yang tepat.

Pelajaran apa yang bisa kita dapatkan dari pertandingan semalam?

Di artikel-artikel sebelumnya, secara detail telah saya paparkan beberapa hikmah yang bisa kita dapatkan dari pertandingan sepak bola. Nah, pada kesempatan kali ini, ada hal lain yang ingin saya sampaikan, mengenai sudut pandang lain dari pertandingan semalam.

Sahabat,

Kekuatan Memaafkan


Saya mendapatkan kisah ini dari seorang teman, yang mungkin diantara rekan-rekan juga, sudah ada yang pernah tahu. Kisah ini menceritakan dua sahabat karib yang sedang berjalan melintasi gurun pasir.

Di tengah perjalanan, keduanya bertengkar, dan salah seorang menampar temannya. Orang yang terkena tamparan merasa sakit hati, lelu tenpa berkata-kata dia menulis sesuatu di atas pasir :

HARI INI, SAHABAT TERBAIKKU MENAMPAR PIPIKU

Keduanya terus berjalan hingga tiba di sebuah oasis, di mana mereka memutuskan untu tuk mandi. Orang yang pipinya terkena tamparan dan terluka hatinya mencoba untuk berenang, namun ia nyaris tenggelam. Keberuntungan masih berpihak kepadanya, karena sahabatnya berhasil menyelamatkan dirinya. Ketika sudah tenang, ia menulis sesuatu pada sebuah batu :

HARI INI, SAHABAT TERBAIKKU MENYELEMATKAN NYAWAKU

Memaknai Keluarga

Saya mendapatkan artikel di bawah ini, dari e-mail saudara Pramono Dewo. Sesaat, setelah saya membacanya, bergetar jiwa ini, betapa keluarga adalah sebuah amanah besar, dan jika kita mampu menjalankan amanah itu, kita akan mendapatkan keberkahan dan ridho dari-Nya. Selain itu, artikel di bawah ini, juga memberikan kesadaran, akan arti pentingnya sebuah keluarga. Selamat membaca :

Memaknai Keluarga

Bill Havens, seorang pendayung hebat berkaliber Internasional dalam masa karantinanya menjelang piala dunia mendayung, menerima berita bahwa istrinya akan segera melahirkan. Setelah mendengar kabar tersebut ia memilih untuk pulang & tidak mengikuti kejuaraan dunia & memutuskan untuk menunggui istrinya yg akan melahirkan.

Belasan tahun kemudian th 1952, Bill menerima telegram dari putranya, Frank yang pada saat itu baru saja memenangkan medali emas cano 10.000 meter pada Olimpiade di Finlandia. Telegram itu isinya:

Manusia, Mahluk Yang Sempurna

Tersebutlah seorang pria yang sedang meratapi nasib hidupnya, yang tak kunjung keluar dari lubang penderitaan. Ia membenci hidupnya. Ia membenci dirinya sebagai manusia. Ia menganggap dirinya hanyalah sebagi sampah yang tidak berarti.

Suatu hari, tatkala ia sedang duduk di teras rumahnya, ia melihat matahati yang bersinar terang. “Ah, alangkah senangnya menjadi matahari. Dinanti kehadirannya setiap hari. Wah, aku mau berubah menjadi matahari saja.” pikirnya. Dan ajaib, pikiran lamunannya menjadi kenyataan, ia pun menjadi matahari.

Satu sampai tiga hari menjadi matahari, terasa sangat bahagia. Hari-harinya penuh dengan senyuman kegembiraan. Hari ke empat, mulai ia merasakan kejenuhan. Terlebiih, ketika musim berganti menjadi penghujan, sering ia tertutupi oleh awan hitam, hingga sinarnya tidak sampai di bumi. Maka ia menginginkan untuk berubah menjadi awan. Dan, seperti keajaiban yang pernah ia peroleh, ia pun menjadi awan hitam.