Seusai akad nikah, sang mertua memanggil mempelai pria (yang
sudah menjadi menantunya) untuk memberikan nasehat-nasehat rumah tangga.
“Menantuku,
kamu pasti sangat mencintai putriku kan ?”
“Ya iyalah dong pak…. Makanya saya menikahinya.”
“Dan kamu juga berpikir bahwa putriku adalah perempuan yang
paling hebat.”
“So pasti, itulah mengapa saya memilih putri bapak !” jawab
mempelai pria dengan agak kesal, karena mertuanya menanyakan sesuatu yang
kurang berbobot (begitu pikirnya).








